11 April 2021

GMNI: Penjarakan Oknum Agen E- Warong Nakal, Tim Tipikor Polres Pandeglang Telah Menangani

Home > Hukum > Daerah > Pandeglang | Rabu, 15 Juli 2020.

JUSTISIANEWSPandenglang.
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengelar aksi ujuk rasa di depan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (15/7/2020). Dalam aksinya Mereka menyerukan rasa keadilan masyarakat yang selama ini terbungkam dan terpendam.

Sahroni, Koordinator Lapangan (Korlap) kegiatan unjuk rasa, mengatakan, sehubungan dengan adanya kasus (dugaan) tindak pidana pengelapan, penipuan dan pidana korupsi uang hak rakyat miskin (keluarga penerima manfaat/KPM – Ed.) dari sumber anggaran keuangan negara program BPNT.

Aparat keamanan dari Kepolisian Resort Pandeglang sedang mengawal aksi unjuk rasa Mahasiswa GMNI. Unjuk rasa menuntut keadilan sosial untuk mengusut tuntas sampai dipenjarakan oknum agen E-Warong nakal. Pandeglang, Rabu (15/72020). Foto: Ist.

Lebih lanjut Sahroni mengatakan, oknum Sekdes Sudimanik, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang yang merangkap sebagai agen E-Warong penyalur sembako BPNT untuk 3 desa; Desa Sudimanik, Sorobgan dan Curug, Suhendi alias Jubeng tidak bertanggung jawab karena meninggalkan tempat kediamannya (kabur-Ed) sehingga program BPNT tidak tersalurkan.

“Ini telah merugikan terhadap para KPM Pogram BPNT. karena itu kami sebagai aktivis Mahasiswa memperjuangkannya. Selain itu kami menduga pogram BPNT juga telah dimonopoli.” ungkap Sahroni, disampikannya kepada wartawan disela kegiatan unjuk rasa berlangsung.

Masih ungkap Sahroni, pihaknya menduga bahwa Program BPNT telah dimonopoli dan dipolitisasi oleh oknum penjabat Pemerintah Daerah /Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan, TKSK dan supplayer nakal.

“Sehinga terjadilah kuantitas dan kualitas pangan yang disalurkan tidak sesuai Pedumnya (pedoman umum). Kami  pengurus dan Kader GMNI Pandeglang menuntut kepada pemerintah dan aparat hukum, usut tuntas dan penjarakan oknum agen E- warung nakal yang telah menggelapkan KKS Pogram BPNT sehingga telah merugikan rakyat miskin dan merugikan keuangan negara,” ungkap Sahroni.

Menanggapi hal itu, dalam waktu dan kesempatan berbeda, mewakili Pemerintah Kecamatan Cibaliung, Kasie Kesejahteraan Sosial, H. Amir Supiyandi, dia juga sebagai Pejabat Kepala Desa Sorongan, mengatatakan bahwa permasalhan penyaluran Sembako BPNT dimaksud sudah dapat diatasi oleh pihaknya.

“Ya mulanya betul ada masalah, tapi saya rasa tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan (secara tekhnis-Ed.) jika semua pihak membantu dan britikad baik untuk memperbaikinya,” ujar H. Amir yang Pejabat Kepala Desa Sorongan itu.

Senada, disampaikan Sudirman, Kepala Desa Curug, dia mengamini pernyataan H. Amir. “Penyaluran BPNT di Desa Curug sudah berjalan normal. dilaksankannya juga di kantor desa dan dilaksanakan dengan terbuka,” imbuh Sudirman.

Sementara Suhendi, Prades/Sekdes Sudimanik dan Agen E-warung untuk 3 desa di Kecamatan Cibaliung, sampai berita ini disiarkan belum dapat dimintai keterangnnya oleh wartawan karena keberadaan dia yang belum diketahui.

Pantauan Media Justisianews, terhadap kasus yang disuarakan oleh para pengunjuk rasa GMNI di Pandeglang, Rabu (14/7/2020) itu sudah dan sedang ditangani oleh tim penyidik Tipikor Polres Pandeglang. “Diketahui tim Tipikor Polres Pandeglang telah bekerja dengan proaktif, turun ke Cibaliung pada beberapa waktu lalu,”. (Red.Jsti)