11 April 2021

Leadership dan Manajemen Muhammad SAW

Oleh : Saprudin MS.

Saprudin MS.

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa beberapa ratus tahun ke belakang dari sekarang, Islamlah agama tersebut.” (Washington Irving, life of Mohamet, London : 1889)

Dengan memerhatikan semua standar ukuran kehebatan manusia, kita bisa bertanya, apakah ada orang yang lebih hebat dari dia? ….Dia adalah filsuf, orator, rasul, legislator (penentu hukum), pemimpin tentara, negosiator ulung, pembaharu, pemimpin keagamaan, pendiri lebih dari 20 wilayah negara berasas agama. Dialah Muhammad”
(Alphonse De Lamartine, Paris: 1854)

Michael H. Hart seorang keturunan Yahudi di Amerika menulis buku berjudul The 100, a Ranking of the Most Influential Persons in History yang terbit pertama kali pada tahun 1978. Sebuah buku yang menghimpun 100 tokoh paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Buku tersebut disusun berdasarkan ranking  ‘skala pengaruh’ masing-masing tokoh yang dipilih. Buku kontraversial yang menjadi sorotan mata dunia internasional pada masa itu. Siapakah tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam buku tersebut? Muhammad SAW! Penempatan Muhammd di ranking 1 adalah alasan utama kenapa buku tersebut menjadi fenomenal. Banyak orang setuju, banyak juga yang menolak. Tahun 1992, Michael menerbitkan ulang buku tersebut sebagai edisi revisi, dan Muhammad SAW tetaplah di urutan pertama.

Kenapa Michael tetap kokoh menaruh Muhammad SAW di urutan pertama meski diserang banyak orang?

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec 

“Pilihan saya terhadap Muhammad sebagai yang paling atas dalam urutan tokoh paling berpengaruh di dunia, mungkin mengejutkan sebagian orang, sementara sebagiannya mempertanyakan-nya. Akan tetapi, beliaulah satu-satunya lelaki dalam sejarah yang berhasil secara sangat mencengangkan baik dari sudut keagamaan maupun ditinjau dari sudut sekuler,” kata Michael.

Dalam buku tersebut, Michael menggambarkan Muhammad SAW adalah istimewa pengaruhnya dan melibihi tokoh lainnya. Muhammad SAW lahir dari keluarga biasa, di gurun pasir yang jauh dari pusat peradaban. Banyak mengalami penderitaan dan kesukaran hidup, sampai akhirnya dia menjadi sosok yang luar biasa. Namun sehebat-hebatnya Muhammad, dia senantiasa menjaga diri dari segala bentuk penyimpangan sebagaimana yang dilakukan masyarakat jahiliyah. Muhammad hidup sesuai tuntunan Allah dan nilai-nilai kemanusiaan. Dia tidak pernah berbohong, menipu, korupsi, berzina, mabuk, dan sebagainya. Itulah tokoh yang sesungguhnya dan sanggup memberi pengaruh yang kuat dengan keteladanan. Jadi, Muhammad SAW bukan hanya Nabi, tapi juga sosok yang dikagumi banyak orang di luar Islam.

Apa dan bagaimana sosok Muhammad SAW?

Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec bersama Tim Tazkia telah menyusun sebuah ensiklopedi khusus tentang Nabi Muhammad SAW yang ditinjau dari berbagai sisi. Mulai dari aspek bisnis, militer, budaya, dakwah, kesehatan, sosial politik, serta hukum dan pendidikan. Ensiklopedi tersebut diberi judul Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Muhammad SAW yang terdiri dari 8 jilid.

Dalam pendahuluannya, Syafii mengaku: “Mengkaji perjalanan hidup Muhammad SAW bagaikan mengarungi samudra luas tak bertepi. Wisdom dan hikmah terpancar darinya begitu ruah, seolah kita tidak akan sanggup menghitungnya.”

Dia memperlakukan kawan dan orang asing, orang kaya dan orang miskin, orang kuat dan orang lemah, dengan cara yang adil. Dia dicintai oleh Rakyat jelata karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan keluahan-keluhan mereka. Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, ia tetap sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti dia dalam keadaan sengsara..”
(Washington Irving, life of Mohamet, London : 1889)

Rasulullah SAW bersabda kepada ‘Abdurrahman bin Samurah, “Wahai Abdurrahman, janganlah kamu sekali-kali meminta jabatan. jika kamu memegang jabatan itu tanpa kamu minta, kamu akan diberi pertolongan untuk melaksanakan-nya. Namun, jika jabatan itu diberikan kepadamu karena kamu minta, dirimu akan terbebani karenanya.”  (HR. Al Bukhari No, 6622)

Mengkaji perjalanan hidup Nabi Muhammad saw. adalah bagaikan mengarungi samudera nan luas tak bertepi. Wisdom dan hikmah yang terpancar darinya sangat banyak dan seolah kita tidak akan sanggup untuk menhitung dan menggambarnya. Bagaikan taman, ia juga adalah manusia pilihan Allah swt, yang banyak memberikan suriteladan yang indah dan mengagumkan dalam hampir semua spektrum kehidupannya, baik sebagai pribadi yang tangguh, sebagai kepala keluarga, maupun masyarakat.Ternyata dalam banyak hal kita temukan juga nilai-nilai keteladanan nan luhur dalam aspek bisnis, militer, budaya dan dakwah, kesehatan, sosial, politik serta hukum dan pendidikan.

Buku Insiklopedi Ledersif dan Manajmen Mhammad SAW

Buku karya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec yang sebelumnya telah terbit dengan judul “Muhammad SAW, the Super Leader Super Manager” (IBF Award Winner, 2009) kini telah hadir dalam bentuk ensiklopedia dengan 8 spektrum leadership dan managerial Rasulullah SAW.

1. Kepemimpinan dan Pengembangan Diri;

Rasulullah Saw adalah seorang yang mampu mengembangkan diri dan mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yatim, usia 6 tahun yatim piatu dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakek pun meninggal dan dititipkan ke sang paman yang relatif miskin. Dalam usia dibawah 10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi penggembala, mencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan untuk penduduk Makkah. Hingga akhirnya menjadi pengusaha tangguh nyaris tanpa modal. Bagaimana Muhammad Saw muda melakukan ini semua?

2. Bisnis dan Kewirausahaan;

Rasulullah Saw adalah model sukses bisnis. Ia membangun jiwa entrepreneurship, memulai bisnis dengan minim modal, membangun kepercayaan para investor, menjelajahi pasar pasar regional Jazirah Arab. Nabi menetapkan kebijakan ekonomi politik yang mampu menopang berkembangnya peradaban baru. Ia membangun Baitul Mal (Federal Reserve) dan mengadopsi mata uang anti inflasi. Ia menyatakan perang terhadap korupsi seraya mendorong kreatifitas dan innovasi dalam berbagai bidang industri dan perdagangan global. Ia mengajarkan ummatnya untuk hidup kaya dalam taqwa, zuhud dalam keberlimpahan, mandiri serta memberdayakan sesama.

3. Menata Keluarga Harmonis;

Salah satu sisi kehidupan Rasulullah Saw yang paling banyak disalahpahami adalah aspek kehidupan keluarganya. Kita jarang mengkaji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi sosial ekonomi janda-janda tua yang dinikahi Rasul, berapa jumlah anak bawaan janda tersebut, bagaimana dampak dakwah dan kemenangan sosial politis yang ditimbulkan. Bagaimana Rasul menjadi kakek teladan, suami yang bijaksana, ayah idaman keluarga serta mertua yang penuh pengertian. Ia menyapu rumahnya sendiri, mejahit pakaiannya yang robek dan meyiapkan masakan di dapur.

4. Manajemen Dakwah;

Jumlah kaum Muslimin yang tidak kurang dari 1,3 milyar orang yang tersebar di seluruh penjuru dunia adalah bukti yang tidak terbantahkan dari kesuksesan Manajemen Dakwah Rasulullah Saw. Ia mengajak manusia untuk menempuh jalan hidayah, jalan yang lurus, lempang dan terang berderang. Ia mengajar manusia untuk memikirkan makna dan tujuan hidup. Apa yang harus dilakukan saat hidup dan apa yang akan dibawa setelah berakhirnya hidup. Di atas itu semua ia mengajarkan dunia tentang kebebasan beragama. Ia mengajarkan hidup rukun dan toleransi dengan pemeluk agama lain.

5. Kepemimpinan Sosial Politik;

Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang kompleks dan heterogen. Di kalangan muslim ada kaum Muhajirin dan Anshar, bahkan tidak sedikit juga yang munafik di bawah pimpinan Abdullah Ibn Ubay Ibn Salul. Di kalangan non-muslim ada yang menganut Paganisme, Nashrani dan Yahudi. Kaum paganisme memiliki rajanya sendiri, Ka’ab Ibn Ashraf. Yahudi pun bersuku-suku seperti Bani Nadhir, Bani Quraidzah dan Bani Qunaiqa’. Dengan piawai Rasulullah Saw menciptakan keharmonisan di Madinah. Ia juga menjalin hubungan diplomasi dengan pimpinan regional Jazirah Arab.

6. Sang Pembelajar dan Guru Peradaban;

Rasulullah Saw adalah pembelajar sejati dan guru besar peradaban dunia. Meski tumbuh di kalangan yang minim praktek baca tulis, Rasulullah adalah pembelajar yang cepat. Ia belajar dari pasar, teman-teman, perjalanan dagang dan alam. Nabi mengajarkan mulianya ilmu dan urgensi ilmu untuk mencapai kesuksesan dunia akhirat. Lebih dari itu ia pun memberikan puluhan teladan “holistic learning method”. Bahwa proses belajar mengajar yang efektif memerlukan scanning & levelling, active interaction dan learning conditioning. Belajar baru membuahkan hasil jika ada story telling, analogy & case study, body language, self reflection, focus & point basis dan affirmation & repetition

7. Pengembangan Hukum dan Keadilan;

Mahkamah Agung Amerika Serikat (Supreme Court) memberikan pengakuan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai satu dari 18 Law Giver terbesar sepanjang sejarah bersama Hammurabi, Julius Islam itu syumul (menyeluruh), jalb al-mashalih (mengedepankan kemaslahatan), tadarruj (unsur pentahapan) dan qilatu taklif (tidak memberatkan). Ia bersifat murunah (fleksibel), I (moderasi), serta penuh keadilan (Caesar, Justinian dan Charlemagne. Sistem hukum yang diajarkan Rasulullah Saw juga mencerminkan bahwa Hukum al-’adalah).

8. Kepemimpinan dan Strategi Militer

Selama 10 tahun mempertahankan kedaulatan Islam, Rasulullah telah memimpin tidak kurang dari 9 perang besar dan mengatur 53 ekspedisi militer. Tetapi dalam interaksi militer yang luar biasa besar dan panjang itu korban jatuh hanya 379 jiwa saja. Jauh di bawah 15.323.100 jiwa pada perang dunia pertama dan 62.537.400 jiwa pada perang dunia kedua. Rasulullah mengajarkan bahwa strategi harus diawali dengan musyawarah, selalu waspada, tidak mudah marah, bersikap adil kepada semua pasukan, mengapresiasi yang berprestasi dan minimalisir jumlah korban. Perang bukanlah untuk menumpas manusia tetapi menyingkirkan sebagian orang yang menjadi penghalang kebenaran [*]

(roja.id) dikutip dari Insiklopedia Ledersip dan manajmen Muhammad SAW.